|
Judul : Setitis Embun Semarak Api Pengarang : Shahnon Ahmad Penerbit : Alaf 21 Genre : Esei/Biografi Mukasurat : 508 halaman Cetakan Pertama : 2007 ISBN : 9831242734
Buku ini mengisahkan susur galur kehidupan seorang sasterawan negara yang namanya tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas. Penanya tidak akan berhenti selagi nyawa masih dikandung badan. Kisah kehidupan yang sering dipaparkan dalam karya-karyanya, semata-mata untuk mengangkat martabat sastera tinggi di mata masyarakat.
Autobiografi ini bukan hanya berkisar tentang diri seorang sasterawan saja tetapi juga mewakili diri seorang guru, pendakwah, pengembara, seorang lelaki yang pernah jatuh cinta, penganggur, pelajar, penulis rencana, pengkritik, budayawan, malah seseorang yang cuba mendekatkan diri dengan parti politik berparti.
Kandungan
Bab1: Enggang & Srengenge Bab2: Ranjau Sepanjang Jalan - Kaya Dengan Miskin Bab3: Kalau Ibu Sampai Takah Tiga Bab4: Ibu Pencetus Karya Bab5: Cacingku, Bukan Cacingmu Bab6: Sampah Bab7: Tivi Alahai Tivi Bab8: Seronoknya Beristeri Empat Bab9: Kepongahan Dan Keradangan Bab10: ZioDir: Karya Yang Ditolak Oleh Penerbit
Bab11: Karya Yang Tak Pernah Dibukukan (1) Bab12: Karya Yang Tak Pernah Dibukukan (2) Bab13: Kebingungan Seorang Budak Mentah Bab14: Rentong Bab15: Kawan-Kawan Dan Pangkat-Pangkat Bab16: Borang G. 147 Bab17: Di Tengah Keluarga Bab18: Dr Zaqlol Bab19: Gelongnya Terpokah Bab20: Babi Hutan
Bab21: Sharifah Berlian - Sharifah Shuhada Bab22: Bapa Bab23: Angin Timur Angin Barat Bab24: Si Kurik Bab25: Gempar Bab26: Beruzlah Bab27: Beruzlah - Pokok Bab28: Beruzlah - Sungai Bab29: Beruzlah - Hujan Bab30: Beruzlah - Bukit-Bukau, Gunung-Ganang, Rimba Belantara
Bab31: Beruzlah - Embun Bab32: Beruzlah - Api Bab33: Beruzlah - Angin Bab34: Beruzlah - Air Bab35: Gondrong Bab36: Dato' Pernah Bercinta? Bab37: Cinta Bab38: Mimpi, Igau, Racau, Mamai, Rayan Bab39: Ala Orang Tua Bab40: Orang Tua
Bab41: Wak Da Bab42: Kedamaian - Keganasan (1) Bab43: Kedamaian - Keganasan (2) Bab44: Kedamaian - Keganasan (3) Bab45: Kedamaian - Keganasan (4) Bab46. Australia Oh Australia (1) Bab47: Australia Oh Australia (2) Bab48: Montel Dan Maut Bab49: Perempuan Bab50: Kedamaian - Keganasan (5)
Bab51: Kedamaian - Keganasan (6) Bab52: Anjing Bab53: Mahamaha Bab54: Pasca- Intelektual, Belacan Bakar Dan Jiwa Raga Tuah Bab55: Radang Sepanjang Jalan Bab56: Dewan Yang Mulia (DYM) Bab57: Myasthenia Gravis Bab58: Yang Tak Pernah Berkesudahan (1) Bab59: Yang Tak Pernah Berkesudahan (2) Bab60: Penyerahan
Bab61: Serupa Tapi Tak Sama Bab62: Sama Tapi Tak Serupa Bab63: Tekanan Demi Tekanan Yang Memaknakan Bab64: Karya Yang Meloyakan Bab65: Kerangka Novel 'Mahsyar' Tinggal Kerangka Bab66: Seni Filem Bab67: Seni Islam Bab68: Seni Pantun Bab69: Seni Puisi Bab70: Sasterawan, Karya Dan Martabat Diri
Bab71: Apa Orang Kata (1) Bab72: Apa Orang Kata (2) Bab73: Apa Orang Kata (3) Bab74: Apa Orang Kata (4) Bab75: Sasterawan, Kreativiti Dan Metamorfosisnya Bab76: Esei Formal Bab77: Kebudayaan Islam Dan Kebudayaan Nasional Bab78: Menulis Tesis Bab79: Politik Dan Sasterawan Bab80: Cereka Berunsur Islam
Bab81: Sastera Sufi: Hanya Sebuah Nota Bab82: Bila Khatib Membaca Khutbah Bab83: Masjid: Era Pasca-Modernisme Dalam Hubungannya Dengan Institusi Masiid Bab84: Masjid: Falsafah Dan Kedudukannya Masa Kini Bab85: Masjid: Falsafah Kecemerlangan Dan Hak-Haknya Bab86: Masjid: Kesedaran Dan Harapan Bab87: Apa Orang Kata (5) Bab88: Apa Orang Kata (6) Bab89: Awan Terus Bermendung Tapi Hujan Tak Juga Turun - Bala Sepanjang Jalan Bab90: Awan Terus Bermendung Tapi Hujan Tak Juga Turun - Jemaah
Bab91: Awan Terus Bermendung Tapi Hujan Tak Juga Turun - Sisa Bab92: Al-Syiqaq 1 & Al-Syiqaq 2 Bab93: Ada Bab94: Kalau Masyarakat Lucah, Karya Pun Ikut Lucah(1) Bab95: Kalau Masyarakat Lucah, Karya Pun Ikut Lucah(2) Bab96: Riak Bab97: Mayat Dan Keluarga Bab98: Tonil Purbawara Bab99: Banggul Derdap Dalam Era Pasca-Modernisme: Sebuah Nostalgia Bab100: Pencetus Daya Cipta Sebuah Karya Agung
|